You are currently browsing the monthly archive for September 2009.

Hanya Cinta Yang Bisa



ku pikir ku tak pernah pantas untuk bahagia
sejak kau pergi dalam ketidaktahuanku
kini kau kembali membawa bingkisan kebahagiaan
yang aku ingat pernah kau curi dariku dulu
kau tawarkan lagi untukku

jangan lagi kau pergi dari hidupku
takkan mudah untukku bila sendiri
biar kita miliki rasa bahagia
ingin selalu bersama

di dalam ruang dan waktu
ku sadari bukan hanya kau kembalikan mimpiku
hadirmu kini membuatku percaya lagi
bahkan lebih indah dari mimpi-mimpiku

hanya cinta yang bisa menaklukkan dendam
hanya kasih sayang tulus yang mampu menyentuh
hanya cinta yang bisa mendamaikan benci
hanya kasih sayang tulus yang mampu menembus ruang dan waktu

Ya Allah, Engkau selalu memberikan yang terbaik untuk semua hamba-Mu…maka ijinkanlah saya membuat mamah tenang…jika dengan berhenti bekerja, beliau bisa tenang, saya siap dengan keadaan itu Ya Allah…daripada beliau harus menahan rasa sedihnya, rasa tersinggungnya…hamba ingin menjadi orang yang paling mengerti beliau…hamba ingin melihat senyumnya yang indah dapat terukir setiap kali hamba melihatnya…hamba hanya ingin beliau bahagia…

disini, ditempat beliau kerja, ternyata banyak ujian yang beliau alami…banyak sekali kesalahpahaman…hamba ingin menangis, tapi tidak bisa…Ya Allah, berilah selalu hamba-Mu ini petunjuk…hamba manusia yang lemah…

hamba yakin kalau mamah tidak pernah bermaksud menyakiti siapapun…Ya Allah, tolong kami…

besok, 2 tahun mengenang kepergian Ayah…mana berani hamba menambah kesedihan beliau dengan menanyakan hasratnya untuk ttp bekerja dan satu hal yang ibu minta untuk saya tanyakan pada beliau…Ya Allah, sungguh saya merasa tidak kuat untuk bertahan diantara 2 kubu masalah…tapi saya sangat yakin dengan kekuatan yang Engkau berikan pada saya…saya akan terus membela beliau, ,,

bunda, terimalah cinta yang selalu saya ukir dalam hati nurani saya…terimalah kasih sayang yang mungkin selama ini saya sembunyikan…saya sayang bunda, sangat sayang…

hari ini, saya merasa dapat berpikir lebih tenang,,,setelah mendengar alunan indah dari ayat-ayat suci Al-Quran… saya jadi ingin merenung….

renungan…

saya bukan berasal dari keluarga mapan yang siap dengan segepok yang ditangan untuk membeli banyak hal…saya bukan berasal dari keluarga yang pernah mengenyam pendidikan sampai tingkat universitas, kecuali saya…Ya Allah, sungguh indah rencana-Mu untuk saya…sebagai anak bungsu dan perempuan satu-satunya, saya dapat merasakan pendidikan di ITB…mulai dari saya masuk sekolah SD di usia yang masih dini, 4,5 tahun…lalu masuk SMP dekat rumah…dan masuk SMA yang menjadi motor penggerak hati ini untuk terus menimba ilmu.

saat saya sudah menerima NEM SMP yang Alhamdulillah besar, saya memilih SMAN 10 Bdg dan SMAN 19 Bdg, tapi temen saya mengabarkan tentang sekolah baru gratis, SMA ALFA CENTAURI. siapa sih yang g mau bantuin keluarganya???saya yakin dengan masuk SMA baru itu, saya bisa membantu keluarga saya. dan saya meyakinkan diri untuk ikut ujian seleksi masuk sma baru itu,,,dan Alhamdulillah, ini memang sudah jalan yang Dia berikan untuk saya. 3 tahun bersekolah di SMA baru ini, saya merasa jiwa saya sangat termotivasi untuk meneruskan pendidikan ke tingkat yang lebih tinggi,sampai2 memberanikan diri ikut SPMB walaupun baru beli formulir dihari terakhir pendaftaran. saya yakin saya bisa!!!

dan ini sudah Allah gariskan untuk perjalanan hidup saya, masuk FMIPA ITB…banyak yang saya siapkan untuk menghadapi pendaftaran ulang, termasuk orang yang sudah berpengalaman untuk penangguhan SPP. dan Alhamdulillah saya tidak pernah membayar SPP dari TPB sampai tingkat 4. ini memang sudah Dia atur…

melihat kakak-kakak saya yang bekerja seadanya, saya bertekad untuk menjadi lebih baik lagi…saya ingin mengubah keadaan…saya ingin mamah merasakan apa yang ingin beliau rasakan…Bapak, saya jadi ingat waktu bapak melihat saya baru saja memperoleh jaket almamater, dan saya sangat ingat, saat saya mengenakan jaket itu, bapak meneteskan air mata. sungguh haru saya bapak rasakan…terima kasih untuk pelajarannya selama ini…terima kasih untuk selalu percaya dengan semua yang saya lakukan dan putuskan…Bapak, sebenernya saya ingin bapak mendampingi saya waktu wisuda… walaupun bukan jasadmu yang mendampingi saya, tapi saya yakin, bapak pasti tersenyum pada saya…

mamah, terima kasih untuk semua pengorbanan mamah yang rela membanting tulang semenjak saya masih SD…sampai sekarang, mamah yang selalu memberi saya bekal sekolah…mamah, saya g akan menyia-nyiakan satu tetes keringatmu…

Ya Allah, bimbinglah terus hamba di jalan-Mu…hamba ingin menjadi insan sederhana yang mampu membuat mereka bangga…hanya dengan rahmat dan kehendak-Mu, saya bisa mencapai impian itu…